Cara Membuat dan Contoh Proposal Bisnis Plan

Fakhri Zahir
1 Dec 2019

Salah satu langkah penting yang harus dilalui oleh para pebisnis pemula adalah perencanaan bisnis dan pencarian modal bisnis. Banyak dari para pebisnis pemula tersebut yang memilih untuk mengeluarkan modal dari kantongnya sendiri, tapi tak sedikit pula yang mencari investor.

Untuk golongan yang kedua inilah maka diperlukan proposal bisnis plan yang baik. Banyak diantara pebisnis pemula ini tidak mampu membuat proposal bisnis plan yang baik sehingga penawarannya pun tertolak.

Nah bagi Anda pengusaha pemula yang ingin membuat bisnis plan yang ciamik, wajib ‘banget’ membaca artikel contoh proposal bisnis plan ini. Setelah itu harapannya tentu saja Anda bisa membuat proposal bisnis plan yang bisa menarik banyak investor!

Langkah-Langkah Penting Membuat Bisnis Plan

Ada beberapa langkah penting yang wajib Anda lakukan dan kerjakan sebelum bisa benar-benar mulai membuat bisnis plan dari bisnis yang sedang Anda kembangkan saat ini.

Riset – langkah pertama tentu saja dengan melakukan riset terkait dengan produk yang ingin Anda jual kepada pasar. Anda harus melakukan riset terkait produk, pasar, dan pendapat dari ahli yang mengerti benar dengan produk Anda.

Intinya Anda harus mengerti perusahaan Anda, produk Anda, kompetitor Anda, serta pasar Anda sebelum bisa membuat bisnis plan yang tanpa cela. Dengan kata lain riset menjadi suatu langkah yang esensial.

Tentukan tujuan pembuatan bisnis plan – salah satu kesalahan dari pebisnis pemula yang membuat bisnis plan adalah dengan tidak menentukan tujuan pembuatan bisnis plan sehingga bisnis plan yang mereka buat nampak tidak terarah.

Bisnis plan bisa menjadi road map bagi para pebisnis yang membuka dan menunjukkan jalan sehingga Anda nantinya tidak kebingungan di dalam berbisnis. Tapi bisnis plan juga tentu saja bisa menjadi ‘penarik’ investor, dalam hal ini bila Anda ingin mencari modal tambahan.

Sebelum membuat bisnis plan, tentukan dulu untuk apa Anda membuat bisnis plan!

Company profile itu penting – nah banyak diantara pengusaha pemula yang terlalu malas membuat compro. Padahal banyak orang yang tertarik kepada proposal bisnis plan suatu perusahaan karena compro yang menarik.

Lebih jauh lagi compro bukan hanya berisi sejarah perusahaan, keorganisasian perusahaan, melainkan mengenai produk yang Anda tawarkan, target pasar, dan tentu saja portfolio perusahaan Anda sebelumnya.

Dengan membuat compro yang penting berarti Anda telah selangkah lebih maju dari pesaing-pesaing usaha lainnya yang sama-sama mencari modal dengan membuat proposal bisnis plan kepada para investor.

Dokumentasi – dokumentasi merupakan nilai penting yang amat disukai oleh para investor, dalam hal ini selain dokumentasi legal tentu saja dokumentasi soal keuangan perusahaan yang Anda jalankan.

Mulai dari pengeluaran, arus kas, hingga strategi bisnis dan proyeksi usaha. Lebih jauh lagi jangan pernah lupakan beberapa indikator-indikator kecil di dalam pencatatan tersebut yang (percayalah) menjadi nilai yang amat mahal di mata para investor.

Memiliki rencana marketing strategis – satu lagi komponen bisnis plan yang bisa menjadi nilai lebih di mata para investor, yakni rencana marketing strategis yang detil serta cocok dengan bisnis yang Anda jalankan.

Tidak ada standard baku yang mengatur rencana marketing strategis yang baik, namun setidaknya Anda bisa mengikuti contoh di bawah ini:

  • Strategi pengenalan produk baru kepada pasar
  • Strategi ekspansi atau regaining pasar terkait suatu produk.
  • Strategi penjualan di territorial baru.
  • Strategi boosting penjualan produk.
  • Strategi cross-selling ataupun bundling.
  • Strategi terkait pembuatan kontrak jangka panjang dengan klien.
  • Strategi pembaruan produk.
  • Memiliki content marketing strategy.
  • Strategi peningkatan manufaktur produk.

Dengan menjelaskan masing-masing secara detil, akan membuat Anda tampak lebih serius dan paham terhadap bisnis yang sedang Anda jalankan saat ini. Tentu saja hal ini menjadi kabar baik bagi para investor, hingga pada akhirnya mereka tertarik untuk menaruh uang mereka di perusahaan Anda.

Buat sefleksibel mungkin – memang dalam membuat bisnis plan Anda harus menyesuaikan dengan pembaca yang akan membacanya. Tapi sebisa mungkin buatlah agar bisnis plan yang Anda punya bisa dibaca oleh banyak orang dari berbagai macam latar belakang.

Nantinya barulah Anda boleh menambahkan beberapa komponen tambahan sesuai dengan pembaca bisnis plan yang Anda punya misalnya bila Anda ingin presentasi di depan venture capital tambahkan lebih detil di bagian dasar-dasar konsep bisnis dan manajemen tim Anda.

Sementara Anda yang ingin presentasi di depan bankers maka bisa dengan mudah menyajikan arus kas, serta laporan neraca dengan lebih detil. Lebih baik lagi bila Anda bisa menjelaskan laporan tersebut dengan lebih detil dan luwes. Intinya sesuaikan dengan pembaca Anda, namun buat template dasar yang fleksibel!

Kenali Minimum Viable Product (MVP) Anda – salah satu alasan mengapa banyak perusahaan rintisan yang gagal berkembang adalah karena mereka tidak mengenal MVP dari produk yang mereka luncurkan.

Apa sebenarnya MVP ini? MVP merupakan produk dari suatu perusahaan yang setidaknya memiliki fitur dan fungsi pokok yang cukup untuk dijalankan oleh pengguna sesuai dengan tujuan dibuatnya produk tersebut.

Misalnya Anda yang ingin membuat produk berupa platform webinar, tentu cukup memiliki MVP berupa layanan live streaming serta layanan penerbitan sertifikat online. Lebih dari itu bisa dianggap sebagai fitur tambahan.

Misalnya berupa layanan pembayaran yang terintegrasi, layanan akun pengguna, dan seterusnya. Anda yang tidak mengenal MVP Anda pasti akan membuat seluruh layanan tersebut masuk di awal-awal pembuatan produk.

Padahal uang yang Anda keluarkan hanya dengan tambahan beberapa fitur tersebut bisa mencapai ratusan juta loh! Sementara Anda yang sabar dengan MVP yang Anda punya cukup mengeluarkan modal yang minim sambil mengembangkan bisnis Anda.

Jadi, kenali lah MVP produk Anda!

Contoh Proposal Bisnis Plan

Di bawah ini merupakan template bisnis plan yang bisa Anda ikuti dan diubah sesuai dengan kebutuhan Anda, feel free to use!


Cover Depan – buatlah cover depan semenarik mungkin, sebisa mungkin gunakanlah jasa desain ataupun pegawai yang memang memiliki keterampilan desain. Dari sinilah impresi awal para investor akan didapatkan.

Pendahuluan – tidak perlu ditulis, cukup langsung tulis beberapa konten-konten yang berada di dalam pendahuluan ini:

  1. Sejarah perusahaan – merupakan sejarah ataupun cerita mengenai berdirinya perusahaan. Dari sejarah perusahaan inilah nantinya para investor akan menilai seberapa baik pengalaman perusahaan, kekompakan tim utama, hingga keutuhan individu yang turut serta dalam mengembangkan perusahaan Anda.
  2. Visi dan misi perusahaan – bisa jadi menunjukkan penjabaran nilai-nilai yang dianut oleh perusahaan Anda. Dari sini Anda bisa menunjukkan bagaimana Anda mengimplementasikan abstarksi mengenai nilai-nilai perusahaan menjadi strategi bisnis Anda.

Aspek Pemasaran

  1. Gambaran umum pasar – menggambarkan segmentasi pasar, target pasar, serta positiong atau bagaimana perusahaan Anda menempatkan produk di tengah-tengah pesaing usaha yang sejenis.
  2. Permintaan pasar – Anda harus bisa menggambarkan perkiraan permintaan pasar terhadap produk yang akan Anda jual. Sebisa mungkin Anda harus menuliskan proyeksi permintaan pasar terhadap produk Anda, bila memungkinkan tulislah prediksi kenaikan persentase permintaan pasar terhadap produk Anda.
  3. Rencana penjualan produk – Anda harus bisa menjelaskan mengenai cara Anda untuk mulai menjual produk di awal-awal ketika produk Anda belum dikenal hingga strategi penjualan bila animo pasar sedang turun.
  4. Strategi pemasaran – salah satu aspek penting yang tidak boleh dilupakan dalamberbisnis adalah mengenai strategi pemasaran. Tanpa tim pemasaran yang baik, produk tingkat tinggi pun akan sulit terjual.

Keorganisasian dan Manajemen Perusahaan

Di sini Anda bisa menjelaskan dengangamblang mengenai struktur perusahaan hingga manajemen perusahaan. Ada beberapa sub bagian yang perlu Anda tuliskan di dalam bagian ini, yakni:

  1. Keorganisasian – sebagaimana namanya Anda bisa menjelaskan keorganisasian perusahaan mulai dari pemilik usaha, badan hukum, struktur organisasi, hingga job-desc dan sistem honor di dalam perusahaan. Semakin detil dan jelas bagian ini, tentu akan membuat venture capitalist semakin bahagia.
  2. Legalitas – tidak ada investor yang ingin menanamkan modal yang mereka punya ke dalam perusahaan yang tidak memiliki legalitas yang jelas. Untuk itu, sebelum Anda berani mencoba mengajukan proposal bisnis plan untuk mencari modal tambahan Anda wajib mengurus tetek bengek legalitas terkait jalannya perusahaan Anda.
  3. Inventarisasi – salah satu aspek manajemen yang seringkali disorot oleh para investor adalah inventarisasi. Karena inventarisasi yang baik merupakan langkah awal dari sehatnya keuangan perusahaan, dan sehatnya keuangan perusahaan merupakan pertanda baik bagi para investor. Untuk yang satu ini tentu saja Anda harus belajar lebih dalam lagi, namun bila memang sudah memiliki modal cukup maka Anda bisa langsung meng-hire orang-orang yang cakap di bidang ini.

Produksi dan Manufaktur

Tidak ada perusahaan yang tidak bisa menjelaskan mengenai produk atau jasa apa yang mereka tawarkan kepada pasar mereka. Setelah bisa menjelaskan hal tersebut, pertanyaan selanjutnya adalah mengenai bagaimana cara mereka memproduksi produk atau jasa tersebut.

Tidak dapat dipungkiri bahwa aspek produksi dari suatu perusahaan merupakan salah satu aspek yang akan dicecar oleh para investor dari berbagai macam latar belakang. Adapun beberapa sub bagian yang perlu Anda tuliskan adalah sebagai berikut ini:

  1. Produk – Anda harus menjelaskan secara detil mengenai produk yang ingin Anda jual kepada pasar mulai dari sifat, ciri produk, hingga nilai manfaat yang bisa didapatkan dari produk yang Anda tawarkan kepada pasar ini.
  2. Fungsi produk – Anda bisa memasukkan produk Anda ke dalam salah satu bagian dari jenis produk yang beredar di pasaran saat ini mulai dari convenience goods, shopping goods, unsought goods, hingga specialty goods.
  3. Teknis produksi – Anda juga harus bisa menjelaskan kepada para investor hal-hal yang berkaitan dengan proses produksi. Mulai dari pencarian dan pemanfaatan bahan baku, kapasitas produksi, serta perhitungan produksi. Anda harus memahami ilmu rantai pasok yang baik agar bisa menjelaskan hal-hal terkait ini.
  4. Tenaga kerja langsung – Anda boleh menjelaskan hal-hal yang mencakup tenaga kerja langsung yang bekerja untuk perusahaan Anda. Jelaskanlah secara rinci mulai dari jumlah, jabatan, posisi, jobdesc, hingga alur kerja dan teknis pemberian dan pembagian honor terkait tenaga kerja langsung tersebut.

Keuangan Perusahaan

Di dalam bagian ini Anda harus bisa menuliskan alur keluar masuk uang, pemanfaatan modal, serta perhitungan keuangan yang baik. Hal ini amat penting karena tentu saja seluruh investor yang menanamkan modalnya berharap agar modalnya bisa kembali dengan aman.

Beberapa aspek yang seringkali menjadi perhatian bagi para pemodal adalah sebagai berikut ini:

  1. Analisa kelayakan usaha – kelayakan usaha bisa dilakukan hanya jika Anda sudah memiliki running test Di dalam dunia start up, biasanya para founder banyak mengeluarkan uang pribadinya di tahap ini. Biasanya mereka melakukan simulasi langsung dengan modal yang mereka punya, sehingga kemudian mendapatkan data-data yang bisa menambah nilai jual proposal bisnis mereka.
  2. Analisa titik impas – nah ini dia salah satu hal penting yang harus Anda cantumkan di dalam proposal bisnis Anda. Analisis titik impas atau perhitungan break even point dimana kira-kira si pengusaha sudah bisa balik modal.

Selain itu Anda bisa mencantumkan beberapa hal yang bisa menambah nilai jual proposal bisnis yang Anda punya misalnya proyeksi keuangan, ataupun strategi sumber pendanaan usaha yang juga bisa bermanfaat nantinya.


Penutup

Pada akhirnya sih pembuatan proposal bisnis ini amat bergantung terhadap pembaca, jenis usaha yang Anda jalankan, hingga target pasar dari produk Anda. Khusus dua faktor terakhir nantinya akan bertumpu pada product manager perusahaan Anda.

Dengan demikian Anda bisa membuat proposal bisnis dengan desain yang sesuai dengan hal-hal yang telah kami jelaskan di atas. Perlu diingat pula bahwa template yang kami bagikan kepada Anda disini bukanlah template baku melainkan panduan saja.

Anda bisa saja mencari template contoh proposal bisnis plan di tempat lain dan menemukan bahwa urutan hingga konten yang ada berbeda sama sekali. Nah Anda cukup memilih berdasarkan siapa yang akan membaca proposal bisnis Anda nantinya.

Semoga sukses.

Komentar

Artikel Terkait
Bisnis Umum 5 Aug 2020

Peluang Bisnis di Tengah Pandemi Corona

Kita tengah menghadapi krisis kesehatan global. Hampir semua sektor bisnis tiba-tiba terhenti. Pembatasan sosial, kondisi bekerja dari rumah, atau bahkan tidak bekerja sama sekali, juga mengubah perilaku konsumen. Perubahan perilaku konsumen ini tidak selalu berarti buruk. Di baliknya, tetap ada peluang bisnis yang menjanjikan. Berikut ini beberapa peluang yang layak kamu pertimbangkan. Layanan Pesan-Antar Bahan […]

Bisnis Umum 7 Mar 2020

Cara Membuat Infografis yang Mudah dan Cepat

Infografis merupakan salah satu metode komunikasi yang cukup populer belakangan ini. Hal ini karena dengan kesederhanaan infografis ada banyak pesan yang bisa disampaikan kepada para pembacanya. Perlu diketahui keberadaan infografis sebenarnya baru diminati sekitar 1 hingga 2 dekade terakhir saja. Akan tetapi perkembangan yang begitu pesat membuat infografis saat ini bisa kita temui di semua […]

Bisnis Umum 7 Mar 2020

Cara Membuat Analisis SWOT (step-by-step)

Di dalam berorganisasi dan berbisnis ada banyak tools atau perlengkapan yang bisa kamu gunakan dalam rangka meningkatkan efektivitas serta efisiensi dari tim yang kamu pimpin, sehingga bisa meningkatkan produktivitas dari organisasi tersebut. Beberapa tools yang ada berkaitan erat dengan monitoring, kontrol kualitas, serta proses evaluasi yang tentu harus selalu dilakukan secara rutin oleh orang-orang yang […]