Kenali Gaya Kepemimpinan dan Cara Mengembangkannya

Fakhri Zahir
6 Feb 2020

Di era modern seperti saat ini ada banyak perubahan yang terjadi di dunia kerja. Mulai dari efisiensi waktu, work life balance yang jauh lebih diperhatikan oleh perusahaan, hingga sistem kerja yang menurut kami banyak berubah dibandingkan beberapa tahun ke belakang.

Meski demikian ada satu hal penting yang tidak banyak berubah dari zaman dahulu hingga saat ini, yakni soal manajerial dan kepemimpinan. Untuk yang satu ini kami rasa sejak zaman dahulu hingga sekarang akan tetap sama.

Dimana kamu akan bekerja dengan sistem yang berdasarkan hierarki, yang artinya kamu bisa jadi merupakan bawahan, namun bisa jadi pula kamu merupakan seorang atasan atau keduanya. Nah hal inilah yang memaksamu untuk memiliki skill kepemimpinan dan manajerial yang baik.

Adapun cara untuk mengasah skill kepemimpinanmu adalah dengan mengetahui gaya kepemimpinan yang kamu punya dan kemudian menggunakannya dengan optimal dan efektif.

Baca Juga Motivasi Kerja Agar Lebih Produktif, Softskill Wajib Agar Cepat Naik Jabatan

#1 Gaya Kepemimpinan Demokratis

Gaya kepemimpinan demokratis merupakan salah satu gaya kepemimpinan yang cukup efektif untuk diterapkan diberbagai situasi, dimana pemimpin mengutamakan masukan dari setiap anggota tim untuk mengambil keputusan akhir.

Poinnya adalah pemimpin tetap menjadi pengambil keputusan namun seluruh anggota memiliki suara yang sama rata nilai dan bobotnya terkait pengambilan keputusan tersebut. Sehingga seluruh anggota dilibatkan di dalam setiap proyek.

Mengapa efektif?

Karena gaya kepemimpinan demokratis memaksa seluruh anggota tim, termasuk anggota dengan posisi terendah untuk ikut mengambil keputusan. Artinya pemimpin ini secara tidak langsung ‘melatih’ kemandirian dan otoritas si anggota tersebut.

Pada akhirnya latihan berulang tersebut lah yang secara otomatis akan membentuk karakter masing-masing bawahan dari si pemimpin demokratis ini. Bila sukses, pemimpin demokratis bisa melahirkan pemimpin-pemimpin besar lainnya.

Sifat apa yang dimiliki oleh pemimpin demokratis?

Pemimpin dengan gaya memimpin demokratis biasanya memiliki beberapa sifat dasar yang seragam, yakni kejujuran, kecerdasan, keberanian, kreativitas, kompetensi di bidang terkait, serta adil dan sama rata.

Pemimpin demokratis menjunjung tinggi rasa adil, rasa hormat, dan percaya terhadap para pengikutnya. Mereka menjunjung tinggi moralitas dan nilai, serta selalu mencari opini yang berbeda dan tidak pernah membungkam anggota mereka sendiri.

Apa saja kelebihan dan kekurangan gaya kepemimpinan demokratis?

Kelebihan – memiliki ide dan solusi yang kreatif, komitmen terhadap seluruh anggota tim, memiliki produktivitas yang tinggi.

Kekurangan – rentan mis komunikasi bila tidak memiliki kemampuan komunikasi yang baik, bila tim tidak menunjang rentan terhadap penentuan pilihan yang buruk, terkadang opini ‘minor’ termakan oleh opini individu yang dominan di dalam tim.

Siapa saja pemimpin terkenal yang memiliki gaya kepemimpinan ini?

Ada beberapa pemimpin dan perusahaan terkenal di dunia yang memiliki gaya kepemimpinan demokratis, diantaranya adalah George Washington, Mayo Clinic, Abraham Lincoln, hingga Google dan Twitter.

#2 Gaya Kepemimpinan Autokratik

Gaya kepemimpinan autokratik alias ototriter, dimana biasanya pemimpin tersebut menginginkan kontrol penuh di dalam tim dan bahkan cenderung menghindari masukan dari anggota tim.

Dibandingkan dengan gaya kepemimpinan demokratis, gaya kepemimpinan jenis ini tidak terlalu efektif dilakukan di masa sekarang. Apalagi bila anggota tim-mu kebanyakan terdiri dari generasi milenial yang cenderung menginginkan kebebasan dan ingin dihargai.

Sifat apa yang dimiliki oleh pemimpin autokratik?

Pemimpin otokratik biasanya jarang membutuhkan masukan dari anggota tim, membuat nyaris seluruh keputusan yang ada, cenderung mendikte pekerjaan dan proses kerja dari anggota tim, dan jarang mempercayai anggota timnya.

Selain itu seorang pemimpin yang autokratik biasanya memiliki alur kerja yang cenderung kaku namun terstruktur dengan baik, tidak suka terhadap kreativitas serta pemikiran out of the box, serta harus selalu memiliki aturan yang wajib dipatuhi seluruh anggotanya.

Apa saja kelebihan dan kekurangan gaya kepemimpinan autokratik?

Kelebihan – seorang pemimin autokratik bisa membuat keputusan dengan cepat dan bahkan di dalam tekanan yang sangat tinggi, memiliki alur komando yang jelas sehingga meminimalisasi kemungkinan adanya miskomunikasi.

Selain itu seorang pemimpin autokratik cenderung dibutuhkan di dalam situasi dimana directive leadership yang kental dan tegas dibutuhkan. Misalnya di dalam lingkungan yang sangat teknis seperti dunia medis hingga pertambangan dan manufaktur.

Kekurangan – beberapa kekurangan dari pemimpin yang autokratik amatlah menonjol diantaranya cenderung mengabaikan masukan dari anggota tim, seringkali merusak moral dari tim.

Sehingga pada akhirnya seringkali terlihat tim yang dipimpin oleh seorang autokratik akan menjadi tim yang ‘tidak kreatif’ dan anggota tim yang ada di dalamnya pun cenderung tidak berkembang dan tidak bisa menjadi pemimpin kembali nantinya.

Siapa saja pemimpin terkenal yang memiliki gaya kepemimpinan ini?

Berhubung gaya kepemimpinan autokratik saat ini sudah cenderung ditinggalkan, kebanyakan penganutnya adalah orang-orang di masa lampau seperti Adolf Hitler, Genghis khan, Napoleon Bonaparte, hingga Pol Pot.

#3 Gaya Kepemimpinan Delegatif

Dikenal pula dengan gaya kepemimpinan Lassez-faire, orang dengan gaya kepemimpinan ini biasanya memberikan wewenang penuh kepada anggota di dalam tim untuk memilih dan memutuskan sesuatu di dalam proyek.

Sayangnya berdasarkan penelitian yang ada, gaya kepemimpinan ini diketahui cenderung membuat produktivitas tim menjadi rendah. Tapi tidak selalu negatif kok, karena biar bagaimanapun masing-masing gaya kepemimpinan memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri.

Sifat apa yang dimiliki oleh pemimin delegatif?

Sebagaimana namanya pemimpin yang delegatif biasanya cenderung tidak suka memberikan arahan yang terlalu gamblang dan mendetil, serta memberikan kebebasan penuh bagi anggota tim nya untuk menentukan pilihan.

Sementara itu sebagai bentuk tanggung jawab seorang pemimpin, biasanya mereka akan memberikan alat dan sumber daya yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah yang mungkin timbul di dalam tim.

Menariknya, meski para pengikut diberikan wewenang untuk memecahkan masalah dan menentukan keputusannya sendiri, pemimpin delegatif tetap mengambil tanggung jawab terhadap pilihan-pilihan dan konsekuensi tersebut.

Apa saja kelebihan dan kekurangan pemimpin delegatif?

Kelebihan – seseorang dalam gaya kepemimpinan delegatif amat cocok memimpin grup yang memiliki individu bertalenta dengan motivasi tinggi, selain itu dengan gaya seperti ini seorang pemimpin bisa cepat mengambil informasi dan sumber daya di awal proyek.

Kekurangan – hanya akan membuat stuck bila anggota tim yang ada tidak memiliki skil, motivasi, dan kepatuhan terhadap deadline. Selain itu seseorang dengan gaya kepemimpinan yang delegatif seringkali disalah artikan sebagai seseorang yang malas terlibat di dalam tim.

Bila berlanjut lebih jauh lagi biasanya seluruh tim akan ter-demotivasi dan akhirnya sulit mengerjakan proyek ataupun pekerjaan yang ada.

Siapa saja pemimpin terkenal yang memiliki gaya kepemimpinan delegatif?

Ada beberapa pemimpin terkenal yang diketahui sukses memimpin dengan gaya kepemimpinan delegatif ini seperti Steve Jobs, Herbert Hoover, Warren Buffet, Ratu Victoria, hingga Martin van Buren.

#4 Gaya Kepemimpinan Transformasional

Merupakan salah satu teknik atau gaya kepemimpinan yang tergolong sulit, namun bila kamu sukses menguasainya dijamin kamu akan bisa menjadi salah satu dari jajaran pemimpin terbaik di perusahaan ataupun organisasi tempatmu bekerja.

Gaya kepemimpinan transformasional memungkinkan seorang pemimpin untuk menularkan semangat positif kepada para pengikutnya. Selain itu ciri khas dari gaya kepemimpinan transformasional ini adalah orientasinya terhadap anggota tim yang amat kuat.

Sifat apa yang dimiliki oleh pemimpin transformasional?

Pada dasarnya seorang pemimpin berkarakter transformasional merupakan pemimpin yang cukup diidam-idamkan oleh banyak orang. Namun kami telah merangkum 4 ciri penting yang harus selalu ada di dalam diri seorang pemimpin transformasional.

Stimulasi kecerdasan tim – seorang pemimpin transformasional tidak hanya mengatur dan mengubah menggunakan kekuasaannya untuk menentukan pilihan. Alih-alih seorang pemimpin transformasional akan memacu kreativitas anggota timnya, sehingga seluruhnya bisa berkembang dengan optimal.

Treatment individu – seorang pemimpin transformasional mampu membuat seluruh anggota tim merasa penting dan dianggap. Mereka bisa melakukannya dengan cara memperhatikan masing-masing anggota tim secara individu dan memotivasi serta mengajaknya bekerja sama sesuai dengan karakteristik individu tersebut.

Artinya seorang pemimpin transformasional dituntut untuk peka dan mampu membaca karakteristik setiap individu yang ada di dalam tim. Tanpa kelebihan itu akan sulit bagi mereka untuk memimpin dengan cara ini.

Inspirasional – salah satu karakteristik yang cukup menonjol bagi seorang pemimpin transformasional adalah bisa menginspirasi seluruh anggota di dalam tim. Artinya seorang pemimpin transformasional bukan hanya harus bisa memimpin namun dituntut untuk memiliki karisma dan karakter yang kuat.

Dapat dijadikan panutan – terakhir salah satu karakteristik yang menonjol bagi pemimpin transformasional adalah bisa dijadikan panutan. Dengan kata lain tindak tanduknya dituntut harus selalu ideal dan integritasnya pun harus terjaga sehari-hari ketika memimpin.

Bagi seorang pemimpin transformasional, ia merasa segala aktivitas hariannya akan terpantau oleh anggota tim, bawahan, dan pengikutnya. Di sisi lain ia tidak melakukan pencitraan untuk terlihat baik.

Dengan kata lain untuk menjadi seorang pemimpin transformasional kamu harus memiliki sifat-sifat unggul yang sesuai dengan nilai di masyarakat, diimbangi dengan integritas yang tinggi. Ingat, kata kuncinya adalah integritas!

Apa saja kelebihan dan kekurangan kepemimpinan transformasional?

Kelebihan – menurunkan angka turnover karyawan dimana seorang pemimpin transformasional biasanya dicintai oleh para karyawannya sehingga menurunkan kemungkinan karyawan tidak betah di kantor.

Selain itu pemimpin transformasional juga diketahui mampu meningkatkan performa karyawan dan perusahaan secara optimal, memiliki visi yang kuat, dapat mengangkat moral karyawan, memacu karyawan untuk terus belajar dan berkembang.

Terakhir seorang pemimpin transaksional diketahui termasuk salah satu pemimpin yang memperhatikan hubungan interpersonal di dalam tim.

Kekurangan – salah satu kekurangan yang mencolok dari seorang pemimpin transformasional adalah membutuhkan komunikasi terus menerus yang berkesinambungan. Tanpa komunikasi yang kontinyu dan feedback yang konsisten hasil akhir kepemimpinannya bisa jadi menurun.

Selain itu untuk membuat iklim tim yang baik, seorang pemimpin transaksional harus dipercaya oleh seluruh anggota tim. Padahal selalu ada kemungkinan kamu memiliki anggota tim yang tidak percaya kepada pemimpinnya. Bila terjadi maka cara ini dianggap tidak efektif lagi.

Terakhir kekurangan yang cukup mencolok bagi seorang pemimpin transformasional adalah bahwa ada kemungkinan mereka mengabaikan protokol yang ada, sehingga bisa mengaburkan penilaian banyak orang terutama atasan mereka.

Siapa saja pemimpin terkenal yang memiliki gaya kepemimpinan transformasional?

Kalau yang satu ini sih ada banyak pemimpin transformasional yang bisa kami sebutkan, karena memang kebanyakan pemimpin masa kini menganut gaya ini. Adapun pemimpin transformasional yang terkenal misalnya Walt Disney, Barack Obama, Mark Zuckerberg, Margaret Thatcher, hingga Mahatma Ghandi.

#5 Gaya Kepemimpinan Transaksional

Merupakan salah satu gaya kepemimpinan klasik yang cukup banyak digunakan bahkan hingga sekarang, setelah gaya kepemimpinan transformasional sudah berkembang hingga sedemikian rupa.

Salah satu ciri khas yang merupakan poin penting dari gaya kepemimpinan transaksional ini adalah adanya system rewards and punishment dimana para anggota tim dituntut untuk bias memenuhi ekspektasi pemimpin mereka.

Gaya kepemimpinan ini meski cukup populer dahulu, hingga sekarang pun tetap digunakan oleh beberapa orang di dalam perusahaan. Nah tapi perlu diketahui bahwa gaya kepemimpinan macam ini bisa efektif di dalam situasi tertentu.

Situasi tersebut adalah dimana ketika masalah yang ada relatif ringan dan dapat terdefinisikan dengan jelas. Intinya selama si pemimpin mampu membagi tugas secara mendetil kepada masing-masing anggotanya maka gaya kepemimpinan ini cocok untuk diterapkan.

Sifat apa yang dimiliki oleh pemimpin transaksional?

Seorang pemimpin transaksional biasanya memotivasi dengan cara memberikan penghargaan kepada pegawai yang bisa bekerja sesuai ekspektasi dan memberikan hukuman bagi yang melanggarnya.

Selain itu seorang pemimpin transaksional cenderung praktis dengan pendekatan pragmatis dalam memecahkan masalah, cenderung tidak mau berubah, tidak dinamis, serta tidak ‘membiarkan’ anggota tim nya untuk berpikir secara kreatif dan independen.

Ciri khas yang cukup menonjol pula bagi seorang pemimpin transaksional adalah sifatnya yang cenderung pasif terhadap masalah yang seringkali muncul serta amat mengontrol seluruh anggota tim. Biasanya pemimpin jenis ini menganggap seluruh keputusan adalah pilihannya dan anggota tim wajib mematuhi apapun yang ia mau.

Apa saja kelebihan dan kekurangan pemimpin transaksional?

Kelebihan – meski terdengar ketat dan membuat suasana kerja tidak nyaman, diketahui salah satu kelebihan gaya kepemimpinan ini adalah justru bisa memaksimalkan produktivitas, mampu mendefinisikan job desc dan tujuan dengan jelas, serta menciptakan rantai komando yang jelas.

Selain itu dibandingkan dengan gaya kepemimpinan yang lain diketahui bahwa gaya kepemimpinan transaksional ini cenderung mudah untuk diimplementasikan, serta bisa membuat sistem yang juga mudah untuk diikuti.

Kekurangan – jelas dari sistem yang berpusat kepada pemimpin ini terlihat kekurangan yang amat jelas yakni minimnya inovasi, serta tidak berjalannya kaderisasi calon pemimpin dari anggota tim.

Akibatnya perusahaan tersebut bisa-bisa kesulitan dalam mencari manager, atau malah mid-manager karena anggota tim nya tidak dibiasakan untuk mengambil keputusan dan memimpin di dalam proyek.

Terakhir, kekurangan gaya kepemimpinan transaksional yang cukup mencolok adalah fakta bahwa kebanyakan pemimpin dengan gaya ini mengesampingkan empati dan mengutamakan peraturan yang telah ia buat.

Siapa saja pemimpin terkenal yang diketahui memiliki gaya memimpin ini?

Ada beberapa pemimpin terkenal yang diketahui memimpin dengan cara ini, diantaranya adalah Bill Gates, Joseph McCarthy, dan Howard Schultz si pendiri Starbucks. Namun kebanyakan gaya memimpin ini digunakan oleh para manager, hingga di dalam tim olahraga dan militer.

Komentar

Artikel Terkait
Pekerjaan 7 Mar 2020

Pekerjaan Paling Menjanjikan di Masa Depan

Pekerjaan merupakan hal yang penting dalam kehidupan manusia karena dengan bekerja tentu saja seorang manusia bisa mendapatkan uang untuk memenuhi seluruh kebutuhan hidup dirinya dan barangkali keluarganya. Dengan berkembangnya zaman saat ini jauh lebih banyak pilihan pekerjaan yang bisa dipilih oleh orang-orang. Tidak menutup kemungkinan di masa depan jumlah pekerjaan yang bisa dipilih oleh manusia […]

Pekerjaan 7 Mar 2020

Intip Besaran Gaji PNS di Tahun 2020 Terbaru

Pegawai negeri sipil atau PNS merupakan salah satu pekerjaan yang boleh jadi merupakan pekerjaan idaman bagi banyak orang di Indonesia. Bahkan menurut kami pekerjaan ini bukan hanya jadi pekerjaan generasi Y saja. Terbukti dari membludaknya pelamar CPNS di tahun lalu dan tahun ini yang pastinya kebanyakan diisi oleh generasi z dan generasi milenial. Tidak salah […]

Pekerjaan 7 Mar 2020

Gaji Satpol PP di Tahun 2020 (Terbaru)

Apakah kamu tahu bahwa satpol PP salah satu perangkat pemerintah yang seringkali dipandang sebelah mata padahal Satpoll PP diketahui memiliki banyak manfaat bagi pemerintah daerah yang bersangkutan. Satpol PP sendiri merupakan perangkat pemerintah yang merupakan perpanjangan tangan dari kepala daerah. Dimana kepala daerah bisa mengandalkan satpol PP  sebagai salah satu perangkat untuk menjaga keteritiban umum […]