Kesalahan Dalam Memulai Bisnis Franchaise

Dwi Arianto
5 Aug 2020

Saat ini, banyak pebisnis yang mempertimbangkan franchise sebagai salah satu pilihan menggiurkan. Mungkin Anda sekarang juga tertarik untuk menjalankan waralaba. Beberapa alasan yang dapat meyakinkan Anda adalah sistem waralaba lebih mudah dijalankan serta cenderung mudah untuk dipromosikan. 

Selain itu modal yang diperlukan bisa dimulai dari modal yang kecil dahulu. Bila Anda berminat untuk berinvestasi melalui franchise, keuntungan lainnya yaitu risiko kerugian lebih minim. Kemungkinan keberhasilan waralaba lebih tinggi bila dibandingkan Anda harus mendirikan gerai sendiri.

Meskipun risiko kerugian cenderung kecil, tetap saja Anda harus menghindari kesalahan-kesalahan di bawah ini supaya bisnis dapat berjalan lancar. Selain itu, diperlukan juga modal berbisnis yang memadai ketika akan memulainya agar bisnis tetap berjalan lancar.

Memilih Partner Bisnis yang Salah

Pertimbangkan partner secara matang sebelum memilih franchise. Pilihan partner dapat didasarkan pada jenis waralaba yang akan dikembangkan. Misalnya Anda tertarik untuk membuka waralaba supermarket dengan kebutuhan pasar yang tinggi, maka pilihlah partner yang pernah bekerja di bidang tersebut. 

Atau setidaknya pilih yang mengerti mengenai bidang usaha dengan kemungkinan risiko akan dihadapi. Hindari partner bisnis waralaba yang belum dapat terbukti. Anda akan kesulitan untuk mempelajari konsep awal dan harus mempelajari lebih dalam mengenai risikonya. 

Ada baiknya Anda memiliki partner yang ahli dalam konsep bisnis. Dengan demikian kesulitan-kesulitan yang akan dihadapi dapat dibahas dan dipelajari secara bersama. Bila ada masalah, partner yang handal tidak akan meninggalkan begitu saja. 

Tidak Menyediakan Dana Operasional

Pada kenyataannya, untuk menjalankan franchise memang tidak memerlukan dana operasional besar. Biasanya uang pemilik waralaba didapatkan dari suntikan dana beberapa investor serta dari orang-orang yang turut untuk membuka waralaba. Namun, Anda perlu untuk menyediakan dana khusus untuk berjalannya operasional di waralaba yang dikelola. 

Hal yang harus dihindari ketika akan memulai usaha Franchise adalah tidak memiliki dana untuk pengadaan atau kegiatan operasional. Anda masih memerlukan biaya untuk promosi atau berbagai kebutuhan lain terkait sistem berjalannya waralaba. Dalam hal ini, Anda sebagai mitra harus memiliki dana operasional meskipun pemilik waralaba juga memiliki dana.

Kurang Mempertimbangkan Kemungkinan Laba dan Rugi 

Anda perlu memiliki keadaan yang netral dan waspada ketika memilih franchise. Sudah pasti berbagai berita yang diceritakan oleh pihak waralaba adalah beberapa cerita keberhasilan usaha waralaba yang dijalankan para mitra sebelumnya. Anda perlu hati-hati sebelum mudah tergiur. 

Penting untuk mempertimbangkan kemungkinan untung dan rugi usaha yang ditawarkan. Ada baiknya Anda menganalisis kebutuhan pasar secara jangka panjang. Selain itu untuk menjalankan franchise, perhitungkan kondisi dana pemilik usaha waralaba serta siapa saja investor yang menjadi penyuntik dana waralaba tersebut. 

Bisa jadi pemilik usaha waralaba juga meminjam dana ke beberapa penyedia jasa pinjam uang. Jangan sampai terjadi ketika bisnis waralaba rugi, kondisi keuangan pemilik waralaba tidak mampu membayar pinjaman dana.

Tergesa-gesa dalam Membuka Cabang Baru

Membuka waralaba cabang baru mungkin memang terkesan membanggakan. Orang akan melihat bahwa usaha yang dijalankan berhasil dengan pertambahan cabang usaha di lain tempat. Namun, jangan buru-buru untuk segera membuka cabang. Bila tidak dipertimbangkan secara matang, justru Anda akan mengalami kerugian. 

Dalam membuka cabang franchise yang baru perlu memperhitungkan kualitas sumber daya manusia yang dimiliki dan yang akan direkrut. Anda harus bekerja lebih ekstra untuk melakukan pengecekan rutin dengan penambahan jumlah waralaba. Hindari membuka cabang baru ketika kondisi waralaba dan keuangan saat ini belum stabil. 

Komunikasi Kurang Terbuka antara Mitra dan Pemilik

Penting untuk memahami segala prosedur dan proses kerja sama sebelum membuka waralaba. Pastikan kontrak, jaminan, perjanjian, atau garansi yang ada. Anda sebagai mitra harus memiliki relasi yang baik dengan franchisor atau pemilik waralaba. 

Namun Anda juga perlu hati-hati sebelum menyetujui segala kesepakatan kerja. Baca setiap poin dengan teliti dan pertimbangkan apakah ada poin perjanjian yang ambigu. Bila usaha franchise sudah berjalan, Anda harus tetap menjalin komunikasi dengan franchisor. 

Mungkin ada kondisi ketika Anda sulit menjalin komunikasi karena terkendala waktu maupun jarak. Bila hal tersebut tidak diatasi maka miskomunikasi akan berisiko terhadap bisnis yang sedang dijalankan. Padahal informasi-informasi tertentu mungkin dapat diperoleh untuk mengembangkan usaha bila komunikasi lancar.

Kualitas Sumber Daya Manusia yang Kurang Matang

Untuk menjalankan usaha franchise diperlukan Sumber Daya Manusia yang berkualitas, baik Anda sebagai pemimpin maupun karyawan yang bekerja pada waralaba. Anda harus mengenal dan menguasai terlebih dahulu mengenai bidang waralaba yang akan dijalani. 

Bila Anda belum berpengalaman, carilah partner dan mentor yang sukses di dalam usaha waralaba serta minta saran serta pelajaran dari mereka. Pada awal proses pengembangan waralaba, Anda disarankan untuk ikut terlibat di dalam waralaba. 

Hal ini hingga bisnis menghasilkan pemasukan yang cukup stabil. Karyawan akan menghargai Anda serta lebih bekerja dengan tanggung jawab. Berikan contoh, masukan, dan pelatihan pada pegawai yang bekerja pada Anda. Buatlah standar operasional prosedur yang baku serta secara berkala dilakukan pengembangan.

Sistem Pendukung Tidak Selalu Tersedia di Setiap Cabang Wilayah

Idealnya setiap cabang daerah franchise memiliki tim manajemen sebagai pendukung keberlangsungan bisnis. Bila dalam satu cabang terdapat kendala, maka terdapat tim manajemen di daerah tersebut yang turut mengambil bagian dalam pemecahan masalah. Hindari waralaba yang tidak menyediakan tim pendukung yang memadai. 

Bisa jadi cabang waralaba akan sulit berkembang atau rugi karena bantuan tidak diperoleh. Di balik laba yang menggiurkan, untuk menjalankan waralaba diperlukan juga berbagai perencanaan yang matang, baik itu keahlian, perhitungan, modal usaha, serta pemilihan rekan bisnis yang tepat. 

Bila Anda tetap yakin untuk memulai usaha waralaba dan memiliki pemahaman mendalam terhadap bisnis ini, tentu bukanlah hal yang mustahil untuk sukses. Hindari kesalahan-kesalahan di atas untuk meminimalkan kegagalan atau kerugian dalam menjalankan usaha franchise.

Komentar

Artikel Terkait
Tips 7 Sep 2020

Apa Sih Manfaat Kredit Tanpa Agunan (KTA)?

Istilah KTA atau Kredit Tanpa Agunan sudah akrab di telinga kita. Sepertinya hampir semua orang mengetahui apa itu KTA. Dari kepanjangannya saja kita sudah bisa menebak pengertiannya. KTA atau Kredit Tanpa Agunan adalah pemberian pinjaman atau kredit tanpa memerlukan persyaratan adanya jaminan apapun kepada pihak pemberi pinjaman, yang biasanya bank.  KTA seakan menjadi favorit orang […]

Tips 7 Sep 2020

Ini Dia Persiapan Untuk Memulai Bisnis Online

Apakah saat ini Anda berencana untuk memulai bisnis online? Memulai bisnis memang bukan hal yang mudah karena ada beberapa risiko yang akan dihadapi. Namun, bila Anda melakukan persiapan dengan matang serta memiliki keberanian untuk mencoba maka kedua hal tersebut sudah menjadi modal yang sangat baik.  Dengan begitu, risiko kegagalan usaha akan dapat diminimalkan sebaik mungkin. […]

Tips 7 Sep 2020

Cara Mendapatkan Pinjaman Untuk Modal Usaha

Anda jenuh bekerja di suatu perusahaan dan mau merintis usaha sendiri serta menjadi wirausaha? Dalam artikel ini akan dibahas 5 cara mendapatkan pinjaman uang untuk modal usaha. Tentu tidak akan mudah memulai suatu usaha baru, banyak tantangan yang menyertai. Baik tantangan saat akan memulai, tantangan saat menjalani, maupun tantangan di masa depan. Yang akan dibahas […]