Pilihan Ide Bisnis yang Menjanjikan di 2019

Fakhri Zahir
25 Feb 2019

Seiring dengan berkembangnya zaman, saat ini berbagai macam informasi dengan mudahnya bisa masuk ke ruang-ruang kerja kita. Dampaknya banyak orang yang bisa belajar berbagai macam hal, salah satunya adalah bisnis.

Banyak orang yang mulai mempelajari ilmu-ilmu bisnis dan beberapa ilmu dasar yang dapat membantu bisnis. Hal ini tentu saja kemudian meningkatkan jumlah pebisnis pemula di Indonesia saat ini.

Barangkali kamu adalah salah satu yang mencoba untuk memulai peruntunganmu di dunia bisnis? Kalo enggak ngapain kan kamu susah-susah cari artikel mengenai bisnis yang menjanjikan di 2019 bukan?

Tenang aja, kita udah coba merangkum beberapa bisnis yang menjanjikan di 2019 ini. Harapannya sih kamu bisa lihat kira-kira bisnis apa yang cocok, bisa kamu jalankan, dan semoga kamu bisa jadi orang sukses deh!

Baca: Tips Bisnis di Online Shop 2019


1. Bisnis Busana Muslim

Shafira

Pernah dengar istilah bleeding market? Nah istilah ini dipake kalo pasar tempat kamu berbisnis udah banyak pesaing dan kadang saking banyaknya pesaing, persaingan bisnis di ladang ini cenderung enggak sehat.

Nah begitu pula dengan bisnis busana muslim. Emang sih saat ini bisnis busana muslim, terutama busana wanita, sudah tergolong memasuki pasar yang berdarah-darah. Meski demikian peminatnya juga ikutan ‘berdarah-darah’ loh!

Peminat baju muslim yang begitu tinggi di Indonesia tampaknya masih akan menjadi tren hingga beberapa tahun ke depan. Malahan menurut kami dalam beberapa tahun semakin banyak wanita muslim yang akan menjadi pelanggan busana muslim.

Apalagi dengan berkembangnya tren hijrah, terutama di kalangan selebriti. Yakinlah banyak penggemar dari selebriti yang hijrah tersebut juga kemudian mencari-cari tahu dan malah ikut-ikutan hijrah. Yakin deh bisnis busana muslim ini akan jadi bisnis yang menjanjikan di 2019.

Kamu bisa memulai bisnis busana muslim ini dengan menjadi seorang reseller ataupun dropshipper terlebih dahulu. Dengan menjadi reseller atau dropshipper ini, kamu gak perlu repot-repot memikirkan soal brand dan cara menbangun brand mu.

toko busana muslim

Pertama-tama lakukanlah riset dan mulailah dengan penjualan kecil-kecilan. Untuk mencari supplier, kami sarankan kamu untuk berhati-hati. Tujuannya tentu saja agar kamu bisa menemukan supplier yang terpercaya dan kamu gak ketipu deh.

Kalau perputaran uangmu sudah cukup besar, kamu boleh mulai membangun produkmu sendiri. Mulai lah dengan mencari mitra konveksi. Di tahap selanjutnya kamu gak perlu sibuk membeli mesin jahit dan mengajari penjahit, tapi bermitralah dengan konveksi di sekelilingmu.

Di tahap selanjutnya lah baru kamu boleh mulai memikirkan untuk memiliki pabrik sendiri. Dengan syarat kamu tetap memiliki mitra konveksi, sehingga ketika pesananmu terlalu membludak kamu tetap memiliki strategi produksi dadakan.


2. Bisnis Makanan

Pemilik bisnis makanan

Bisnis yang menjanjikan di 2019 selanjutnya adalah bisnis kuliner. Emang sih bisnis kuliner sudah sejak dahulu hingga detik ini merupakan bisnis yang enggak ada matinya deh. Pasarnya selalu tinggi, selama kamu bisa menjaga kualitas barang daganganmu.

Hanya saja dibandingkan dengan bisnis busana muslim (misalnya), bisnis makanan tergolong cukup rumit. Karena mengharuskan kamu sebagai pemilik untuk tetap berada di kedai makananmu selama beberapa waktu, terutama di awal-awal bisnismu.

Tujuan kehadiranmu adalah tentu saja untuk menjaga kualitas, atau sebagai quality control. Kecuali kamu sudah memiliki staf yang dipercaya, mau gak mau kamu harus rajin-rajin tongkrongin kedaimu.

Selain itu dalam bisnis makanan, kamu dituntut untuk rajin-rajin membuat inovasi, karena bisa dibilang orang-orang zaman sekarang cukup mudah bosan dalam berkuliner. Kalau kamu gak rajin-rajin riset, siap-siap deh dalam 2 atau 3 tahun pelangganmu mulai bosan.

Pemilik bisnis pecel lele lela

Kamu yang bisnis makan juga menurut kami haruslah orang yang paham, mana makanan enak dan mana makanan yang engga enak. Tujuannya ya tentu saja supaya bisnis makananmu laku dan banyak pelanggan.

Kamu boleh memulai dengan bisnis makanan yang mudah seperti kebab, roti john, burger, dan makanan ‘ringan’ lainnya. Atau mulai dengan bisnis makanan berat, seperti nasi goreng, sate, warteg, dan berbagai macam makanan berat lainnya.

Selama kamu mampu menjaga kualitas makanan dan rasa dari makanan yang kamu jual, menurut kami sih bisnis kuliner masih tetap menjadi bisnis yang menjanjikan di 2019 ini. Bahkan hingga beberapa tahun ke depan.


3. Bisnis Makanan Ringan

Pemilik bisnis zanana

Nah kalau tadi bisnis makanan yang mengharuskan kamu punya kedai, kali ini kita berbicara mengenai bisnis makanan ringan. Beberapa bisnis makanan ringan yang terkenal misalnya Maicih, Zanana, Sang Pisang, hingga Macaroni Ngehe. Bisnis makanan ringan tergolong bisnis yang menjanjikan di 2019 loh!

Percaya gak? Omzet bulanan mereka mencapai ratusan juta loh. Jadi jangan mentang-mentang yang dijual makanan ringan dan sepele, pendapatan yang bisa mereka dapatkan juga ringan dan sepele loh.

Kesulitan dari menjual makanan ringan adalah menentukan rasa yang tepat. Coba deh kamu baca cerita beberapa pendiri maknaan ringan kayak Maicih dan Zanana. Rata-rata di awal bisnisnya mereka habis-habisan membakar duit mereka.

Mereka banyak bagi-bagi snack mereka kepada kerabat, atau menjual snack mereka dengan harga yang amat murah. Tujuannya adalah mendapatkan masukan sebanyak-banyaknya. Kemudian dari masukan-masukan itulah mereka terus berinovasi.

Mereka baru benar-benar “launching” ketika masukan yang didapatkan amat sedikit, bahkan tidak ada. Dari situlah mereka kemudian mulai menjual produk mereka secara besar-besaran, mulai memikirkan brand, hingga desain kemasan.

pemilik maicih

Kalau kamu punya modal lebih, kamu bisa coba bisnis ala Kaesang dengan Sang Pisangnya. Meski tergolong makanan ringan, Kaesang memutuskan untuk membuka gerai mini di banyak tempat. Kekurangan bisnis model ini adalah kamu butuh modal besar untuk mengatur kualitas makanan di gerai-gerai tersebut.

Apalagi kalau memang kamu benar-benar meniru Kaesang yang memutuskan untuk membuka franchise. Kalo kamu belum punya sistem yang bagus jangan coba-coba deh. Yang ada nanti kualitas di beberapa cabang buruk, dan produkmu malah dianggap buruk oleh konsumenmu.


4. Bisnis Jasa, Make Up Artist hingga Wedding Organizer

Foto kawinan

Kalau untuk tipe yang ini, kami sih terang-terangan bilang kalau bisnis jasa bukanlah bisnis yang bisa dijalankan oleh semua orang. Apalagi kalau kamu gak sabaran dalam menghadapi tekanan dan banyak orang.

Namanya aja bisnis jasa, kamu yang memutuskan untuk menekuni bisnis jasa macam make up artist, bisnis fotografi, hingga wedding organizer wajib banget hukumnya menahan diri dari emosi ketika menghadapi klien yang (percaya deh) aneh-aneh, meski gak banyak sih.

Dengan modal satu itu, kami percaya bisnis jasa bisa menjadi bisnis yang menjanjikan di 2019. Karena kalau bisnis yang di atas bergantung pada modal, bisnis jasa adalah bisnis yang amat bergantung kepada kepercayaan klien dengan kita ataupun perusahaan kita. Gak percaya?

Kita ambil contoh deh, misalnya kamu mau buat bisnis fotografi pernikahan atau fotografi olahraga. Kamu bisa aja menyewa peralatan untuk setiap proyek kamu, biaya sewa peralatan itu kemudian dibebankan kepada klien. Sisanya bergantung kepada skill fotografermu deh.

Atau kamu yang pengen bisnis wedding organizer. Modal apa yang kamu keluarin coba? Modal utama dari bisnis ini ada relasi yang luas terhadap berbagai macam vendor. Mulai dari vendor gedung, vendor makanan, vendor MC, vendor make up, hingga vendor dekorasi.

Kamu wajib banget memiliki kemampuan intrapersonal yang canggih. Karena dalam bisnis wedding organizer ini kamu akan menghubungkan berbagai macam vendor dengan karakternya masing-masing dengan klienmu yang juga punya karakter tersendiri.

Bisnis make up artist juga sama kok. Kalau bisnis pakaian (misalnya) butuh modal setiap kali kamu memesan atau memproduksi pakaian. Di bisnis ini kamu cukup membeli peralatan make up sekali dan dapat dipakai hingga beberapa kali.

Kunci utama bisnis-bisnis macam ini selain dari kekuatan kesabaran, dan relasi (tentu saja), adalah portofolio. Semakin banyak portofolio mu, semakin banyak karya-karya mu yang bagus, maka klien akan semakin percaya kepadamu dan harga mu tentu saja akan meningkat.

Maka dari itu untuk menjadi sukses di bidang ini, kami sarankan kamu jangan pelit-pelit di awal bisnis. Kalau ada tawaran nebeng, atau misalnya saudaramu minta jasa gratisan atau harga murah, kasih aja. Toh di awal-awal kamu memang hanya bertugas untuk membuat portofolio yang banyak.


5. Bisnis Media

Happiness Festival

Mungkin kamu bingung, apa sih yang disebut dengan bisnis media? Apa kamu harus bikin koran segede-gede Tempo, Kompas, dan Sindo? Atau kamu harus bangun stasiun TV segede-gede Transcorp, Netmedia, dan RCTI?

Nah coba-coba sebelum kamu marahin kita, diubah dikit mindset nya. Karena kami gak bohong kok, kalau bisnis media udah dari jaman kuda gigit besi hingga jaman sekarang merupakan salah satu yang mengundang banyak uang.

Coba aja lihat di zaman dulu, pemilik RCTI dan Transcorp misalnya saat ini menjadi salah satu orang terkaya di Indonesia. Atau pak Dahlan Iskan pemilik grup Jawa Pos, kekayaannya ruarrr biasah!!

Tapi modalnya gede toh? Nah itu zaman dulu kawan. Di zaman sekarang, seiring dengan perkembangan media sosial yang begitu cepat dan gencarnya, bisnis media berubah menjadi bisnis yang minim modal namun (tetap aja) mengundang banyak uang.

Bedanya, mungkin progressnya akan berbanding dengan modal yang kamu punya. Kalau temenmu punya modal sekian puluh juta, sementara kamu modalnya nol. Tentu kalian berdua sama-sama bisa berbisnis media, namun pastilah temanmu progressnya akan lebih cepat.

Masih ngawang sih ya, oke kita langsung konkretnya aja. Bisnis media yang kami maksud misalnya adalah membuat brand di Instagram, atau membuat konten-konten Youtube dan Podcast.

Brand yang kami maksud pun bukan brand semacam produk jualan, tapi ya brand media. Beberapa contohnya misalnya Marketeers, Kelas Cinta, hingga Jouska. Di awal mereka memang ga dapat keuntungan sepeserpun.

Selain itu di awal-awal pembentukan media-media di atas, mereka pasti hanya berfokus dalam membangun audience sebanyak-banyaknya. Membangun traffic sebanyak-banyaknya, sehingga ketika follower mereka mencapai ratusan ribu perusahaan mereka langsung bernilai tinggi.

Mereka bisa membuka paid promote, membuat acara, dan berbagai kegiatan lainnya ketika traffic audience mereka suda tinggi. Karena perusahaan semacam ini sudah dianggap sebagai perusahaan yang kredibel.

Meski demikian kamu harus sabar, karena untuk membangun bisnis media yang memiliki nilai mahal butuh waktu tahunan loh! Dan selama beberapa tahun di awal itu kamu bisa jadi gak mendapatkan pemasukan sepeserpun.

Yah itung-itung investasi sih, memang butuh kesabaran ekstra. Namun ketika kamu sudah ‘panen raya’ wah jangan diitung deh berapa pemasukan yang akan kamu dapatkan!

Komentar

Artikel Terkait
Bisnis 7 Mar 2020

Panduan Membuat SOP yang Mudah dan Praktis

SOP atau standar operasional prosedur merupakan sebuah alat ataupun metode yang biasanya digunakan oleh suatu perusahaan agar segala sesuatu yang dilakukan oleh Karyawan mereka bisa lebih teratur dan memiliki acuan khusus. SOP yang merupakan acuan pekerjaan bagi para karyawan biasanya harus terlebih dahulu diteliti dan dikaji dengan detil untuk kemudian disahkan oleh pejabat yang memiliki […]

Bisnis 7 Mar 2020

Cara Membuat Kwitansi Pembayaran yang Baik

Berbisnis merupakan salah satu cara bagi kamu untuk belajar berbagai macam hal, karena di dalam berbisnis kamu dituntut untuk mengurus hal-hal yang barangkali tidak akan kamu urus bila kamu tidak pernah berbisnis. Dalam hal ini kami berbicara mengenai dokumen-dokumen, serta hal-hal yang terkait legalitas dari bisnis itu sendiri. Salah satu yang harus kamu urus ketika […]

Bisnis 7 Mar 2020

Cara Membuat Infografis yang Mudah dan Cepat

Infografis merupakan salah satu metode komunikasi yang cukup populer belakangan ini. Hal ini karena dengan kesederhanaan infografis ada banyak pesan yang bisa disampaikan kepada para pembacanya. Perlu diketahui keberadaan infografis sebenarnya baru diminati sekitar 1 hingga 2 dekade terakhir saja. Akan tetapi perkembangan yang begitu pesat membuat infografis saat ini bisa kita temui di semua […]