fbpx

Tips Mengatur Uang Agar Hemat Selama WFH

Dwi Arianto
24 Jul 2020

Sebagian orang mungkin senang dengan kebijakan work from home, pasalnya mereka jadi bisa menghemat biaya transport. Tapi ada juga yang mengeluh dan mengaku kebijakan itu malah membuat pengeluaran mereka membengkak.

Hal tersebut biasanya terjadi akibat gaya hidup konsumtif selama work from home seperti order kopi fancy setiap hari atau mungkin belanja online terus-terusan. Nah biar tak kebobolan, berikut ini beberapa tips yang bisa bantu kamu mengatur keuangan selama work from home.

Apa aja sih, yuk disimak!

1. Disiplin dengan anggaran bulanan yang sudah ada

Hal yang paling penting dilakukan dalam mengatur keuangan selama work from home adalah disiplin dengan anggaran bulanan yang sudah direncanakan dengan rumus 50:30:20.

Prioritaskan penghasilan untuk membeli kebutuhan pokok, menabung dan dana darurat serta membayar cicilan.

Kamu juga bisa mengalokasikan sebagian dana transport untuk menambah jumlah dana darurat. Misalnya dana darurat yang biasanya kamu simpan Rp500.000 per bulan, nah selama work from home kamu bisa menambah jumlahnya dua kali lipat atau lebih.

Pasalnya, memiliki dana darurat yang ideal sangat penting di tengah situasi gawat akibat pandemi ini. Jumlah dana darurat yang ideal biasanya 3x dari penghasilan bulanan. Dengan memiliki dana darurat, kita bisa lebih siap menghadapi hal-hal tak terduga yang terjadi selama situasi ini.

Atau kamu juga bisa menggunakan sebagian dana darurat untuk melunasi cicilan, melakukan investasi dan berdonasi.

2. Simpan di rekening terpisah

Memiliki rekening lebih dari satu bisa memudahkan alokasi dana. Sebaiknya kamu membagi penghasilan di dua rekening terpisah. Rekening pertama untuk menyimpan kebutuhan pokok, cicilan utang.  Sedangkan rekening lainnya untuk dana darurat atau tabungan.

Selain itu kamu bisa menggunakan dompet digital untuk menyimpan dana untuk kebutuhan yang sifatnya ‘entertainment’ seperti membeli camilan atau membeli barang yang kamu inginkan. Anggaran untuk entertainment besarnya 20 persen dari penghasilan bulanan.

Usahakan jumlah tersebut cukup sampai tanggal yang ditentukan, ya!

3. Belanja dengan bijak

Di tengah pandemi ini, kita harus tetap rasional dalam berbelanja. Jangan sampai melakukan panic buying dan membeli kebutuhan pokok dalam jumlah besar sekaligus.

Selain tidak bijak, panic buying bisa saja membuat kita membeli barang-barang di luar daftar belanja yang malah membuat kita jadi boros.

4. Manfaatkan promo

Rajin-rajinlah mencari informasi tentang promo dan diskon. Kamu bisa mencarinya di e-commerce atau mengecek langsung di media sosial produk yang sedang dicari. Manfaatkan juga voucher gratis ongkir yang banyak ditawarkan e-commerce.

Namun,  jangan biarkan  promo-promo tersebut membuatmu kalap dan akhirnya  membeli barang-barang yang tidak begitu penting. Kalau sampai dituruti, bukannya hemat, kamu malah jadi kebobolan.

Komentar

Artikel Terkait
Tips 7 Sep 2020

Apa Sih Manfaat Kredit Tanpa Agunan (KTA)?

Istilah KTA atau Kredit Tanpa Agunan sudah akrab di telinga kita. Sepertinya hampir semua orang mengetahui apa itu KTA. Dari kepanjangannya saja kita sudah bisa menebak pengertiannya. KTA atau Kredit Tanpa Agunan adalah pemberian pinjaman atau kredit tanpa memerlukan persyaratan adanya jaminan apapun kepada pihak pemberi pinjaman, yang biasanya bank.  KTA seakan menjadi favorit orang […]

Tips 7 Sep 2020

Ini Dia Persiapan Untuk Memulai Bisnis Online

Apakah saat ini Anda berencana untuk memulai bisnis online? Memulai bisnis memang bukan hal yang mudah karena ada beberapa risiko yang akan dihadapi. Namun, bila Anda melakukan persiapan dengan matang serta memiliki keberanian untuk mencoba maka kedua hal tersebut sudah menjadi modal yang sangat baik.  Dengan begitu, risiko kegagalan usaha akan dapat diminimalkan sebaik mungkin. […]

Tips 7 Sep 2020

Cara Mendapatkan Pinjaman Untuk Modal Usaha

Anda jenuh bekerja di suatu perusahaan dan mau merintis usaha sendiri serta menjadi wirausaha? Dalam artikel ini akan dibahas 5 cara mendapatkan pinjaman uang untuk modal usaha. Tentu tidak akan mudah memulai suatu usaha baru, banyak tantangan yang menyertai. Baik tantangan saat akan memulai, tantangan saat menjalani, maupun tantangan di masa depan. Yang akan dibahas […]