Yuk Belajar Membuat Laporan Keuangan yang Mudah

Fakhri Zahir
7 Mar 2020

Sejak zaman dahulu hingga saat ini ada keterampilan dan pengetahuan penting yang jarang diajarkan di sekolah, khususnya bagi anak-anak yang masuk jurusan IPA ketika duduk di bangku SMA, yakni ilmu keuangan sederhana.

Padahal dengan mempelajari ilmu keuangan sederhana banyak orang akan menjadi melek finansial, bisa membuat strategi keuangan dalam hidup, serta terhindar dari risiko kebangkrutan di masa tua.

Selain itu dengan belajar membuat laporan keuangan sederhana, kamu yang memiliki usaha ataupun perusahaan kecil akan bisa mengembangkan usahamu dengan lebih baik lagi. Tidak percaya? Yuk dibaca saja!

Baca Juga Contoh Proposal Bisnis Plan, Cara Membuat Company Profile yang Menarik

Apa itu Laporan Keuangan?

Laporan keuangan merupakan informasi keuangan perusahaan yang dapat digunakan sebagai acuan untuk menilai kinerja perusahaan tersebut di dalam satu periode tertentu, bisa setiap bulannya, setiap kuartal, hingga setiap tahunnya.

Siapa yang akan menilai kinerja perusahaan tersebut? Pertama jelas bagi para manajer laporan keuangan bisa dijadikan patokan untuk mengambil kebijakan strategis perusahaan yang sedang ia jalankan.

Selain itu laporan keuangan nantinya bisa berfungsi sebagai acuan penilaian bagi komisaris perusahaan terhadap direksi perusahaan. Bagaimana para direksi mempertanggungjawabkan kinerja perusahaan serta bagaimana para komisaris mengevaluasi perusahaan.

Terakhir laporan keuangan berguna bagi perusahaan yang ingin mencari investor, artinya tidak hanya perusahaan besar melainkan kamu yang baru merintis perusahaan pun wajib memiliki laporan keuangan yang baik.

Seorang investor yang baik harus bisa membaca laporan keuangan dengan baik pula, dari sanalah nantinya investor tersebut bisa memutuskan apakah akan mendanai perusahaan tersebut atau tidak.

Jenis Laporan Keuangan

Meski judulnya laporan keuangan, setidaknya ada beberapa laporan dasar yang harus kamu ketahui terkait laporan keuangan. Beberapa diantara laporan keuangan dasar yang penting untuk dibuat adalah sebagai berikut:

  1. Laporan laba rugi – merupakan laporan yang mampu menunjukkan apakah perusahaan yang kamu jalankan sedang berada dalam posisi laba atau rugi.
  2. Laporan perubahan modal – alias capital statement yang mampu menunjukkan perubahab modal yang bisa digunakan di awal periode oleh suatu perusahaan. Dari laporan ini kamu bisa mengetahui seberapa besar perubahan modal dari periode sebelumnya hingga periode saat ini, dan apa yang mendasari perubahan tersebut.
  3. Neraca keuangan – nah yang satu ini merupakan salah satu laporan keuangan terpenting yang mampu menampilkan akun aktiva, pasiva (kewajiban), serta modal di dalam satu periode.
    • Aktiva merupakan seluruh aset yang dimiliki perusahaan dan diketahui memiliki nilai manfaat di masa mendatang. Aktiva sendiri terbagi menjadi aktiva lancer dan aktiva tetap.
    • Pasiva / Kewajiban merupakan utang lancar dan utang jangka panjang, atau dengan kata lain seberapa besar uang yang mesti kamu keluarkan di dalam satu periode.
    • Modal merupakan harta kekayaan perusahaan yang dalam hal ini dipunyai oleh si pemilik perusahaan.
  4. Laporan arus kas – merupakan laporan yang juga amat penting dimana laporan ini mampu menunjukkan perputaran dana di dalam perusahaan, baik dana masuk dan dana keluar. Tujuannya tentu saja sebagai bentuk pengawasan serta pengendalian pemanfaatan dana yang dimiliki oleh perusahaan.

Cara Membuat Laporan Keuangan

Untuk bisa membuat laporan keuangan sederhana ada tujuh langkah mudah yang bisa kamu ikuti. Dengan ketujuh langkah ini kami harap kamu tidak pusing-pusing lagi bila ingin membuat laporan keuangan di awal usahamu!

#1 Membuat Laporan Neraca Saldo

Neraca saldo bisa dibilang sebagai salah satu bukti akuntansi yang menunjukkan kesamaan jumlah sisi debit maupun Sisi kredit di akhir periode akuntansi dari perusahaan yang kamu jalankan saat ini.

Neraca saldo bisa dibuat dengan cara menyusun jurnal yang ada. Kamu bisa membuat tabel dengan urutan no rekening – nama rekening – debit – kredit. Lalu memasukkan seluruh komponen yang ada di dalam tabel tersebut.

Dari neraca saldo inilah nantinya kamu bisa melihat keseimbangan antara debit maupun kredit dari keseluruhan rekening buku besar perusahaan atau usaha yang sedang kamu jalankan saat ini.

Intinya neraca saldo dibuat sebagai salah satu metode untuk melakukan pengecekan ulang Apakah proses pemindahan buku jurnal ke buku besar sudah dilakukan oleh akuntan dengan benar.

Berikut ini adalah format dari neraca saldo yang lazim digunakan oleh banyak perusahaan baik perusahaan perusahaan kecil maupun perusahaan menengah dan besar:

  1. Bagian judul dari neraca saldo berisi
    1. Nama Perusahaan
    2. Judul Laporan
    3. Periode Pelaporan
  1. Bagian utama dari neraca saldo berisi
  • . Daftar akun yang digunakan
  1. Saldo sisi debit
  2. Saldo sisi kredit

Sementara itu format yang umum digunakan dari pembuatan neraca saldo dalam melaju ke bawah dengan bagian samping paling kanan merupakan saldo debit maupun kredit dari perusahaan.

Sekali lagi di akhir total debit dan kredit dari neraca saldo di periode yang kamu buat tersebut, pastikanlah jumlahnya selalu sama. Ingat lagi bahwa fungsi dari neraca saldo adalah untuk pengecekan ulang keseimbangan antara uang yang masuk dan keluar.

#2 Membuat Jurnal Penyesuaian

Ketika kamu menuliskan nilai-nilai aset yang kamu punya di buku besar, perlu diingat bahwa nilai-nilai tersebut bisa jadi berubah di akhir pencatatan ketika kamu ingin melaporkan keuangan dari perusahaan mu.

Bila di akhir pencatatan sebelum pelaporan tidak dilakukan penyesuaian dari nilai tersebut dikhawatirkan akan terjadi kurang catat ataupun lebih catat yang akan mempengaruhi keakuratan dari pencatatan keuangan perusahaan tersebut.

Untuk menghindari hal tersebutlah kemudian dari buku besar serta neraca saldo yang kamu punya harus dibuat jurnal penyesuaian Adapun akun-akun yang harus disesuaikan di akhir periode pelaporan keuangan adalah:

  • Akun perlengkapan – merupakan akun-akun dimana perlu dilakukan penyesuaian setelah adanya pemakaian dari akun-akun tersebut.
  • Akun beban dibayar di muka – merupakan segala sesuatu yang pembayarannya dilakukan di awal serta memerlukan penyesuaian di akhir karena waktu sudah dijalani atau pun telah mencapai waktu jatuh tempo.
  • Akun pendapatan – merupakan akun yang perlu disesuaikan Apabila ada pendapatan pendapatan yang belum diperhitungkan, atau dalam hal ini penerimaan yang ketika periode pelaporan belum menjadi pendapatan.
  • Akun beban – merupakan Akun-akun yang perlu disesuaikan Apabila ada beban beban yang di belum diperhitungkan atau dalam hal ini pembayaran yang saat pembuatan laporan belum menjadi beban.

Intinya jurnal penyesuaian dibuat sebagai salah satu metode untuk meng-update pos-pos yang sekiranya berbeda kondisi riil dengan pencatatan di awal ketika membuat buku pembukuan dan neraca saldo.

#3 Membuat Neraca Lajur

Kata-kata dari neraca lajur barangkali merupakan kata-kata yang asing ditelinga kamu. Tapi sebenarnya neraca lajur bila di bahasa Inggriskan menjadi worksheet yang pastinya sering kamu dengar bukan?

Secara definisi neraca lajur merupakan suatu lembaran worksheet yang terdiri atas banyak kolom ataupun lajur yang dibuat untuk menghimpun data-data akuntansi yang rumit sehingga bisa disusun menjadi laporan keuangan yang sistematis.

Adapun proses penyusunan dari neraca lajur adalah sebagai berikut ini:

  1. Neraca lajur biasanya diisi dengan cara bersusun 10 kolom:
    1. Kolom pertama merupakan kolom daftar saldo yang di bawahnya terdiri atas kolom debet dan kolom kredit.
    2. Kolom kedua terdiri atas kolom penyesuaian yang terdiri atas kolom debet dan kolom kredit.
    3. Kolom ketiga merupakan kolom daftar saldo yang yang sudah disesuaikan dan terdiri pula atas kolom debit dan kolom kredit.
    4. Kolom keempat merupakan kolom laba rugi yang lagi-lagi terdiri atas kolom debet dan kolom kredit.
    5. Kolom kelima berisi dari laporan posisi keuangan ataupun neraca yang terdiri dari kolom debet dan kredit.
  2. Pertama-tama masuk kan seluruh saldo yang ada di dalam buku besar ke dalam kolom daftar saldo di formulir neraca lajur.
  3. Setelah itu sesuaikan pos-pos ataupun akun-akun yang perlu disesuaikan berdasarkan kolom daftar saldo.
  4. Masukkanlah nilai-nilai pos ataupun akun yang telah disesuaikan tersebut di kolom ke-3 alias kolom daftar saldo setelah penyesuaian.
  5. Setelah itu pindahkan jumlah-jumlah dalam kolom daftar saldo untuk dimasukkan ke dalam kolom laba rugi di kolom keempat.
  6. Terakhir jumlahkan seluruh kolom kolom yang ada di kolom laba rugi serta kolom laporan posisi keuangan untuk dimasukkan ke dalam kolom terakhir sebagai angka pengimbang di kolom debet ataupun kredit di kolom kelima.

#4 Membuat Laporan Laba Rugi

Bisa dikatakan bahwa laporan laba rugi merupakan salah satu laporan paling penting yang ada di laporan keuangan karena bisa menunjukkan kinerja keuangan perusahaan secara langsung pada periode yang sesuai.

Dari laporan laba rugi ini biasanya pemilik perusahaan ataupun investor bisa memantau kemajuan ataupun penurunan dari kondisi keuangan perusahaan alias fungsi dashboard yang vital.

Apabila pendapatan dari sebuah perusahaan lebih besar daripada beban yang mereka miliki artinya perusahaan tersebut memiliki laba. Sebaliknya jika pendapatan lebih kecil daripada beban yang mereka miliki artinya perusahaan tersebut mengalami rugi.

Sebelum membuat laporan laba rugi ada baiknya kamu mengetahui jenis-jenis laba yang ada di laporan laba rugi:

  1. Laba Kotor – merupakan hitungan laba kasar yang ditentukan dari pengurangan pendapatan perusahaan dengan biaya produksi yang mencakup harga pokok penjualan..
  2. Laba operasi – adapun laba operasi merupakan laba yang diperoleh sebagai perhitungan pendapatan dikurangi dari biaya operasional.
  3. Laba sebelum pajak – Kemudian ada yang dikenal dengan laba sebelum pajak di mana laba ini merupakan laba yang diperoleh sebelum dikenai pajak penghasilan.
  4. Laba bersih – Merupakan laba yang bisa mencerminkan secara utuh mengenai kemampuan perusahaan di dalam mengonversi pendapatan menjadi laba.

Mungkin kamu bingung mengapa pendapatan dan laba merupakan dua hal yang berbeda. Tapi perhatikanlah contoh di bawah ini:

  • Laba Kotor
    • Penjualan Bersih Rp 10.000,-
    • HPP Rp 3.000,-
    • Laba kotor (penjualan – HPP) = Rp 7.000,-
  • Laba Operasional
    • Biaya operasional Rp 1.000,
    • Laba operasional (Laba kotor – biaya operasional) = Rp 6.000,-
  • Laba Sebelum pajak
    • Beban Lain Rp 500,-
    • Laba sebelum pajak (laba operasional – beban lain) = Rp 5.500,-
  • Laba Bersih
    • Pajak 5%
    • Laba bersih (Laba sebelum pajak – pajak) = RP 5.225,-

Kamu lihat dari pendapatan yang didapatkan sebesar Rp10.000 perusahaan tersebut hanya mendapatkan laba Rp 5.225 saja. Oleh karena itulah kita harus boleh membedakan pendapatan dengan laba bersih.

Nah intinya laporan laba rugi Spesial menyajikan data data mengenai hasil penjualan perusahaan serta pembelian bersih dan total laba ataupun rugi kotor yang didapatkan oleh sebuah perusahaan.

#5 Membuat Jurnal Penutup

Jurnal penutup merupakan sebuah jurnal yang cukup penting di dalam akuntansi karena fungsinya sesuai dengan namanya adalah untuk menutup jurnal dari akhir periode akuntansi yang sedang dibuat.

Sehingga di akhir periode tersebut saldo akun-akun tersebut akan kembali menjadi 0 untuk nantinya dibuat menjadi laporan di periode akuntansi yang berikutnya. Adapun cara membuat jurnal penutup adalah sebagai berikut ini.

Menutup akun pendapatan – Akun pendapatan sesuai dengan namanya merupakan penghasilan yang telah diperoleh oleh sebuah perusahaan di dalam satu periode laporan akuntansi.

Pendapatan di dalam suatu perusahaan sendiri boleh berasal dari kegiatan langsung usaha perusahaan tersebut ataupun pendapatan tidak langsung dapatkan dengan cara-cara lain selain dari usaha perusahaan tersebut.

Untuk menutup akun pendapatan kamu cukup memindahkan rekening dari akun pendapatan ke rekening ikhtisar laba rugi.

Menutup akun beban – Sebaliknya akun akun beban merupakan akun yang merupakan sumber daya yang kamu keluarkan selama melakukan usaha dalam rangka memperoleh pendapatan perusahaan.

Sama seperti akun pendapatan, akun beban terdiri atas beban langsung yang memang usaha langsung untuk kegiatan usaha serta beban lain yang merupakan beban yang tidak berhubungan dengan kegiatan usaha dari sebuah perusahaan.

Untuk menutup akun beban kamu juga tinggal memindahkan rekening dari akun beban ke rekening ikhtisar laba rugi.

Menutup ikhtisar laba rugi – Bila usaha telah selesai tentunya kamu harus membuat penutupan ikhtisar laba rugi. Nantinya ikhtisar dari laba rugi ini akan dipindahkan saldonya ke akun modal perusahaan.

Di dalam usaha sendiri tentu saja kamu bisa menemui keuntungan atau pun menemui kerugian tergantung dari performa perusahaan selama tahun berjalan. Oleh karena itulah ada dua kemungkinan skenario yang terjadi:

  1. Bila perusahaan memperoleh laba maka akun ikhtisar laba rugi nantinya akan di debit kan dan akun modal akan dikreditkan.
  2. Perusahaan mengalami kerugian maka akun modal yang akan diterbitkan dan akun ikhtisar laba rugi yang akan dikreditkan.

Menutup akun prive  – Terakhir di dalam jurnal penutup biasanya terdapat akun prive yang merupakan penarikan modal oleh pemilik dan umumnya dilakukan oleh perusahaan perusahaan berskala mikro dan kecil.

Penutupan akun prive dilakukan dengan cara memindahkan akun prive ke akun modal, mudah bukan?

#6 Membuat Neraca Saldo Pasca Penutupan

Neraca saldo setelah penutupan merupakan raja yang memang dibuat secara khusus agar para akuntan bisa memastikan bahwa seluruh saldo yang tertera di dalam buku besar nilainya seimbang.

Neraca saldo setelah penutupan sendiri pada umumnya akan dibuat apabila kamu ataupun si pemilik perusahaan ingin kembali membuka jurnal baru untuk periode berikutnya setelah selesai membuat laporan keuangan di periode saat ini.

Neraca saldo setelah penutupan biasanya diisi dengan rekening rekening riil yang berupa aktiva utang serta modal yang akan digunakan untuk usaha di periode setelahnya Karena setelah proses penutupan biasanya rekening-rekening nominal harus sudah memiliki saldo 0.

Pada dasarnya sih setelah membuat jurnal penutup artinya kamu telah selesai membuat laporan keuangan, dan neraca saldo pasca penutupan haruslah dibuat apabila memang kamu ingin melanjutkan usaha di periode berikutnya.

Baca Juga Penentu Gagal dan Suksesnya Suatu Bisnis, Belajar dari 10 Pengusaha Tersukses Indonesia

Komentar

Artikel Terkait
Bisnis 21 Jul 2020

4 Hal Penting Menghadapi Bisnis yang Menurun

Proses membangun bisnis tidaklah mudah, penuh dengan jerih payah dan kesulitan. Hal tersebut menuntut Anda untuk mempunyai pengetahuan yang cukup dalam membangun dan mengembangkan bisnis Anda.  Namun, pernahkan Anda menjalankan bisnis dalam kondisi sulit atau sedang mengalami penurunan? Pada masa seperti itu biasanya perusahaan akan mengalami penurunan omzet penjualan, penurunan produktivitas, dan masalah lainnya sampai […]

Bisnis 7 Mar 2020

Panduan Membuat SOP yang Mudah dan Praktis

SOP atau standar operasional prosedur merupakan sebuah alat ataupun metode yang biasanya digunakan oleh suatu perusahaan agar segala sesuatu yang dilakukan oleh Karyawan mereka bisa lebih teratur dan memiliki acuan khusus. SOP yang merupakan acuan pekerjaan bagi para karyawan biasanya harus terlebih dahulu diteliti dan dikaji dengan detil untuk kemudian disahkan oleh pejabat yang memiliki […]

Bisnis 7 Mar 2020

Cara Membuat Kwitansi Pembayaran yang Baik

Berbisnis merupakan salah satu cara bagi kamu untuk belajar berbagai macam hal, karena di dalam berbisnis kamu dituntut untuk mengurus hal-hal yang barangkali tidak akan kamu urus bila kamu tidak pernah berbisnis. Dalam hal ini kami berbicara mengenai dokumen-dokumen, serta hal-hal yang terkait legalitas dari bisnis itu sendiri. Salah satu yang harus kamu urus ketika […]